Pembelajaran IPS di Sekolah Dasar

Februari 24, 2011

Pendahuluan

Kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi dan bahan pelajaran serta cara yang dipergunakan sebagai pedoman penyelenggaraan  kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan  pendidikan tertentu. Berdasarkan  Undang-Undang Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional  pasal 36 Ayat (2) ditegaskan bahwa kurikulum pada semua jenjang dan jenis pendidikan dikembangkan dengan prinsip diversifikasi sesuai dengan satuan pendidikan, potensi daerah, dan peserta didik. Atas dasar pemikiran tersebut maka perlu dikembangakan  Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP).

Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan  (KTSP) adalah kurikulum operasional yang disusun oleh dan dilaksanakan di masing-masing satuan pendidikan. Sesuai dengan amanat Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 19 tahun 2005 bahwa kurikulun Satuan Pendidikan pada jenjang Pendidikan Dasar dan Menengah  mengacu pada standar isi dan standar kompetensi lulusan serta berpedoman pada panduan dari Badan Standar Nasional Pendidikan.

KTSP diberlakukan secara bertahap mulai tahun ajaran 2006/2007 hingga tahun ajaran 2009/2010 sudah merata di semua kelas pada jenjang pendidikan dasar dan menengah .  Gaung nya sudah menggema ke seluruh pelosok persada tanah air tercinta, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), khususnya di kalangan pendidikan. Dalam Struktur Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan SD memuat 8 mata pelajaran ditambah muatan lokal, yang diantaranya terdapat mata pelajaran IPS.

Tulisan ini mencoba memberikan deskripsi tentang hal-hal apa saja yang perlu diketahui, dipahami, dan diimplementasikan dari KTSP SD khususnya  mata pelajaran  IPS;  diantaranya pelajaran IPS untuk sekolah dasar, pola pendekatan lingkungan yang semakin meluas, pelajaran IPS dalam struktur KTSP SD, tema-tema IPS SD yang perlu mendapat perhatian, metode pembelajaran IPS SD, penlaian,dan penutup.
1. Pelajaran  IPS untuk Sekolah Dasar

Pelajaran  Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) di SD harus memperhatikan kebutuhan anak yang berusia antara 6-12 tahun. Anak dalam kelompok usia 7-11 tahun menurut Piaget (1963) berada dalam perkembangan kemampuan intelektual/kognitifnya pada tingkatan kongkrit operasional. Mereka memandang dunia dalam keseluruhan yang utuh, dan menganggap tahun yang akan sebagai waktu yang masih jauh. Yang mereka pedulikan adalah sekarang (kongkrit), dan bukan masa depan yang belum  mereka pahami (abstrak). Padahal bahan materi IPS penuh dengan pesan-pesan yang bersifat abstrak. Konsep-konsep seperti waktu, perubahan, kesinambungan (continuity), arah mata angin, lingkungan, ritual, akulturasi, kekuasaan, demokrasi, nilai, peranan, permintaan, atau kelangkaan adalah konsep-konsep abstrak yang dalam program studi IPS harus dibelajarkan kepada siswa SD.

Baca entri selengkapnya »


Fungsi Skalar

Februari 23, 2011

DEFINISI
Fungsi skalar adalah suatu aturan
yang memasangkan setiap unsur
x D Rm
dengan tepat satu u Rm
f:D
R , x f(x)

Daerah definisi skalar
f:D
R , x f(x)
adalah
Df ={f(x) Rm/ x D }

FUNGSI PEUBAH BANYAK
Bila m = 2 fungsi skalar disebut fungsi 2 peubah dan bila m = 3 disebut fungsi tIga peubah , dan secara umum disebut fungsi peubah banyak.

OPERASI PADA FUNGSI SKALAR
DEFINISI
Misalkan D1 ,D2 Rm dan f:D1 R, u = f(x) dan g:D2 R, v = g(x), operasi aljabar dari f dan g pada D = D1 D2 didefisikan sbb:

1.Penjumlahan : (f+g)(x)=f(x)+g(x)
2.Pengurangan: (f-g)(x) =f(x)-g(x)
3.Perkalian: (f.g)(x) = f(x).g(x)
4.Perkaliandgn skalar: (cf)(x) = cf(x), c=kons
5.Pembagian: (f/g)(x) = f(x)/g(x) g(x)

FUNGSI KOMPOSISI
Misalkan f:D R, D Rm suatu fungsi skalar sehingga R I R dan
g:I R suatu fungsi real. Komposisi dari f dan g didefinisikan
(gof) : D R, (gof)(x) = g(f(x))


Perkembangan Anak ( Perkembangan Fisik, Motorik, Kognitif, Psikososial )

Februari 23, 2011

Perkembangan Anak (Perkembangan Fisik, Perkembangan Motorik, Perkembangan Kognitif, Perkembangan Psikososial) – Periode ini merupakan kelanjutan dari masa bayi (lahir – usia 4 th) yang ditandai  dengan terjadinya perkembangan fisik, motorik dan kognitif (perubahan dalam sikap, nilai, dan perilaku), psikosial serta diikuti oleh perubahan – perubahan yang lain.
1. Perkembangan Fisik
Pertumbuhan fisik pada masa ini lambat dan relatif seimbang. Peningkatan berat badan anak lebih banyak dari pada panjang badannya. Peningkatan berat badan anak terjadi terutama karena bertambahnya ukuran sistem rangka, otot dan ukuran beberapa organ tubuh lainnya.
2. Perkembangan Motorik
Perkembangan motorik pada usia ini menjadi lebih halus dan lebih terkoordinasi dibandingkan dengan masa bayi. Anak – anak terlihat lebih cepat dalam berlari dan pandai meloncat serta mampu menjaga keseimbangan badannya. Untuk memperhalus ketrampilan – ketrampilan motorik, anak – anak terus melakukan berbagai aktivitas fisik yang terkadang bersifat informal dalam bentuk permainan. Disamping itu, anak – anak juga melibatkan diri dalam aktivitas permainan olahraga yang bersifat formal, seperti senam, berenang, dll.
Beberapa perkembangan motorik (kasar  maupun halus) selama periode ini, antara lain :
a). Anak Usia 5 Tahun
–        Mampu melompat dan menari
Baca entri selengkapnya »


Sintaksis

Februari 23, 2011

1. SINTAKSIS

Sintaksis merupakan bagian dari subsistem tata bahasa atau gramatika yang menelaah tentangstruktur satuan bahasa yang lebih besar dari kata mulai dari frase hingga kaliat. Dengan kata lain Sintaksis merupakan studi gramatikal struktur antarkata. Struktur yang dimaksud disini ialah urutan kata. Sebagian besar makna suatu frasa misalnya bergantung pada kata pembentuknya seperti contoh:
1. Adik guru
2. Guru adik

Dua contoh tersebut antara kalimat satu dan kalimat lainnya memiliki makna yang berbeda, tetapi perlu dicatat bahwa kadang-kadang perubahan urutan tidak berpengaruh terhadap makna seperti yang diperihatkan pada contoh-contoh berikut:
a. Kemarin kami membeli penggaris di toko buku
Baca entri selengkapnya »


Teori Belajar dan Pembelajaran

Februari 23, 2011

Pengertian Belajar Cronbach (1954) berpendapat : Learning is shown by a
change in behaviour as result of ex perience ; belajar dapat dilakukan secara baik dengan
jalan mengalami. Menurut Spears : Learning is to observe, to read, to imited, to try
something themselves, to listen, to follow direction, dimana pengalaman itu dapat
diperoleh dengan mempergunakan panca indra.
Robert. M. Gagne dalam bukunya : The Conditioning of learning
mengemukakan bahwa : Learning is a change in human disposition or capacity, wich
persists over a period time, and wich is not simply ascribable to process of growth.
Belajar adalah perubahan yang terjadi dalam kemampuan manusia setelah belajar secara
terus menerus, bukan hanya disebabkan oleh proses pertumbuhan saja. Gagne
berkeyakinan, bahwa belajar dipengaruhi oleh faktor dari luar diri dan faktor dalam diri
dan keduanya saling berinteraksi. Dalam teori psikologi konsep belajar Gagne ini
dinamakan perpaduan antara aliran behaviorisme dan aliran instrumentalisme.
Lester.D. Crow and Alice Crow mendefinisikan : Learning is the acuquisition
of habits, knowledge and attitudes. Belajar adalah upaya untuk memperoleh kebiasaankebiasaan,
pengetahuan dan sikap-sikap. Hudgins Cs. (1982) berpendapatHakekat belajar
secara tradisional belajar dapat didefinisikan sebagai suatu perubahan dalam tingkah laku,
yang mengakibatkan adanya pengalaman . Jung , (1968) mendefinisikan bahwa belajar
adalah suatu proses dimana tingkah laku dari suatu organisme dimodifikasi oleh
pengalaman. Ngalim Purwanto, (1992 : 84) mengemukakan belajar adalah setiap
perubahan yang relatif menetap dalam tingkah laku, yang terjadi sebagai suatu hasil dari
latihan atau pengalaman.
Baca entri selengkapnya »


Fonemik dan Fonetik

Februari 23, 2011
FONEMIK 

Pengertian fonem ini dapat dipahami dengan memperhatikan contoh berikut, yaitu dari, daki, dasi, dahi atau lari, tari, mari, sari, dan sterusnya. Jelas tampak jika sutu unsure diganti dengan unsure lain maka akan membawa akibat yang besar yakni perubahn arti. Hal ini dapat pula terjadi jika diucapkan dengan salah maka akan mengakibatakan perubahan art juga. Oleh karena itu, jangan dianggap sepele terhadap tulisanyang ssalah atau ucapan yang tidak jelas. Kejelasan ucapan, dan ketepatan dalam penulisan fonem-fonem, seharusnya dilatihkan sedini mungkin, yaitu sejak SD kelas rendah (1dan2). fonemik adalah bagian dari studi linguistik yang mempelajari bahasa tertentu yang memperhatikan perbedaan makna.
Perbedaan jumlah fonem dan jumlah huruf pada setiap kata itu menunjukkan perbedaan makna fonem dan huruf ( grafem). Jadi, Fonem adalah satuan bunyi bahasa yang terkecil yang dapat membedakan arti. Sedangkan huruf (grafem) adalah gambaran dari bunyi ( fonem ).

Baca entri selengkapnya »